Umum

Peristiwa Penting Menjelang Proklamasi RI

Seperti yang kita ketahui, bahwa kemerdekaan RI diperoleh dengan perjuangan yang berat. Penuh perjuangan dan penderitaan, darah dan air mata. Jalan panjang dan berliku, tinggi mendaki, bahkan menjelang pembacaan proklamasi tanggal 17 Agustus 1945, didahului oleh peristiwa penting yang disebut “Peristiwa Rengasdengklok”. Terjadi perdebatan, adu argumentasi, bahkan peristiwa penculikan terhadap tokoh nasional, menjelang peristiwa bersejarah itu. Apakah yang terjadi yang sebenarnya? Artikel ini ada baiknya kita baca kembali, untuk mengenang peristiwa menjelang proklamasi RI tersebut.

Terjadinya peristwa Rengasdengklok, antara lain karena perdebatan tentang kapan waktu yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan RI. Antara kaum muda dan kamu tua, berdebat soal ini. Pada tanggal 15 Agustus 1945 para pemuda berkumpul di salah satu ruang Lembaga Bakteriologi yang terletak di Jalan Pegangsaan Timur No. 13 Jakarta di bawah pimpinan Chairul Saleh. Para pemuda sepakat bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan hak rakyat Indonesia yang tidak bergantung kepada bangsa lain. Saat itu sudah tersiar kabar bahwa Jepang sudah bertekuk lutut terhadap sekutu.

Seperti apakah perbedaan pendapat antara kaum muda dan kaum muda di tahun 1945 itu? Ini adalah intisari dari perbedaan pendapat itu:

1. Kaum Tua (Soekarno, Moh. Hatta, Ahmad Subarjo, dan lain-lain), menghendaki agar proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945. Dengan pertimbangan, karena pada kenyataannya, Jepang masih tetap berkuasa  dan bersenjata lengkap. Jika kemerdekaan Indonesia diproklamasikan di luar PPKI (tanpa sidang PPKI) pasti akan dicegah oleh Jepang.
2. Kaum Muda (Sukarni, Adam Malik, Chairul Saleh, Yusuf Kunto, Wikana, dan lain-lain), menghendaki agar kemerdekaan Indonesia diproklamasikan di luar PPKI (tanpa sidang PPKI). Karena pada dasarnya, kemerdekaan adalah hak rakyat Indonesia, tidak bergantung pada negara lain.
Setelah mengadakan rapat pada malam menjelang tanggal 16 Agustus 1945, para pemuda lalu sepakat untuk membawa Soekarno-Hatta ke suatu tempat yang aman untuk membicarakan tentang proklamasi kemerdekaan. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
Di Rengasdengklok, tanggal 16 Agustus 1945, para pemuda kembali mendesak Soekarno-Hatta. Dari perbebatan dan diskusi yang terjadi, akhirnya disepakati bahwa proklamasi secepatnya akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945, hari Jumat. Karena ada jaminan bahwa proklamasi akan dibacakan esok harinya, akhirnya para pemuda melepas kembali Soekarno-Hatta ke Jakarta.
Seperti diketahui dalam catatan sejarah, sepulangnya dari Rengasdengklok itulah, maka naskah proklamasi pun disusun hingga larut malam, dan kemudian proklamasi pun dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10:00 pagi di rumah Bung Karno.
Merdeka!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *