Teknologi

Beberapa waktu belakangan ini, kita sering menemukan istilah ransomware. Dan salah satu ransomware yang terkenal adalah WannaCRY. Selain istilah ransomware, ada lagi istilah malware. Terus, apa bedanya antara malware dan ransomware? Atau jangan-jangan istilah yang sama? Tulisan ini bermaksud untuk menjelaskan istilah-istilah tersebut dan beberapa istilah terkait lainnya.

Dalam dunia IT, dikenal istilah malware. Malware adalah singkatan dari malicious software. Atau dalam bahasa Indonesia, bisa diterjemahkan menjadi “perangkat lunak jahat” atau “aplikasi jahag” atau bisa juga “program jahat” (malicious terjemahannya dalam bahasa Indonesia adalah jahat). Dari nama ini kita bisa ambil kesimpulan bahwa pembuatan program berjenis malware bertujuan untuk membuat program jahat yang bertujuan untuk menghancurkan.

Dulu kita mengenal istilah virus komputer. Jadi, virus komputer itu adalah masuk dalam kelompok malware, karena bertujuan untuk merusak.

Sekarang muncul lagi istilah tambahan, yakni ransomware. Ransom, dalam bahasa Indonesianya berarti tebusan. Artinya, jika komputer kita terkena “virus” berjenis ransomware, maka ujung-ujungnya kita diminta untuk membayar sejumlah tebusan, agar komputer kita bisa berfungsi normal kembali. Pada kasus ransomware bernama WannaCRY, virus ini bekerja dengan cara melakukan enkripsi atas data-data atau file yang ada di dalam komputer seseorang. Sehingga, kita tidak lagi bisa membuka file yang ada di dalam komputer kita sendiri. Kita harus membayar tebusan, agar bisa membuka kembali file-file tersebut.

Malware bisa masuk ke dalam komputer seseorang melalui berbagai macam cara. Ada yang masuk via email, file atau program yang didownload, atau via file-file yang terinfeksi yang di-copy ke sana ke mari melalui flashdisk. Oleh sebab itu, jangan sembarangan meng-klik sesuatu jika kita menerima email dari siapapun. Dan jangan sembarangan mendownload file-file dari sumber yang tidak bisa dipercaya, karena file-file seperti itu berpotensi untuk mengandung malware.

Lalu, langkah-langkah seperti apa yang harus dilakukan agar terhindar dari malware di komputer kita? Salah satu yang wajib untuk dimiliki oleh pengguna komputer masa kini, apalagi yang sering berkoneksi ke internet adalah software anti virus. Ini adalah perangkat wajib yang harus dimiliki. Software ini harus selalu dalam keadaan terupdate data anti virusnya. Biasanya, jika kita mensetup setting “automatic update”, maka setiap ada update data anti virus terbaru, maka otomatis langsung meng-update anti virus kita dengan data terbaru via internet. Hal lain yang perlu dilakukan adalah mengupdate atau melakukan “patch” terhadap aplikasi-aplikasi yang terinstal di komputer ataupun patch terhadap sistem operasi komputer itu sendiri. Biasanya, jika kita sering berinteraksi ke internet, maka sistem operasi akan meminta kita melakukan update software jika sudah ada update terbaru. Segeralah lakukan proses patch ini, agar aplikasi atau sistem operasi di komputer selalu dalam kondisi selalu baru.

Kita memang harus selalu memutakhirkan data anti virus di komputer kita, karena jika tidak, maka jika ada virus-virus atau malware terbaru yang beredar di internet, maka kita tidak punya sistem pertahanan terhadap serangan dari malware terbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

clear formPost comment