Berita Utama

Konsep AIDA

Apa itu AIDA? AIDA merupakan singkatan dari AttentionInterestDesire, dan Action. AIDA merupakan salah satu konsep strategi pemasaran yang bisa diimplementasikan dalam dunia bisnis. AIDA sebetulnya bisa saja diterapkan pada personal, tidak hanya untuk perusahaan.

Attention

Pertama adalah perhatian (attention). Artinya, bagaimana seseorang atau perusahaan bisa membuat calon pembeli atau calon kliennya memiliki perhatian atas jasa atau produk yang dimiliki. Setidaknya, ada perhatian dulu. Cara menimbulkan perhatian adalah dengan iklan atau memperkenalkan produk secara terus menerus. Tentu saja, yang harus dilakukan adalah memperkenal jasa atau produk ini  hingga calon klien itu memiliki perhatian, bukan sekedar tahu tapi terus melupakannya. Coba perhatikan, semua perusahaan besar selalu beriklan untuk memperoleh attention atau perhatian dari kliennya. Mereka tak pernah berhenti melakukannya, padahal mereka adalah perusahaan terkenal.

Interest

Selanjutnya, naik ke level selanjutnya, yakni interest atau tertarik. Bagaimana supaya tertarik? Buatlah konsumen merasa senang atas produk atau jasa yang ditawarkan. Tapi sikap ini baru bisa timbul jika memang sebelumnya sudah ada perhatian (attention) tadi. Calon klien perlu dijelaskan secara lebih detil di sini. Penguasaan atas barang atau jasa yang ditawarkan haruslah dimiliki. Bagaiman kita bisa menumbukan sikap interest dari calon customer jika yang punya produk atau jasa tidak menguasai produk atau jasa sendiri? Jika terjadi, maka yang dilakukan adalah bualan atau kebohongan.

Desire

Atau bisa disebut juga dengan hasrat. Pada level ini, maka sudah timbul sikap untuk selalu mencari barang atau jasa. Hasrat atau keinginan untuk memiliki produk atau jasa kita sudah tumbuh. Pada batasan tertentu, mungkin diperlukan pendekatan personal untuk lebih meyakinkan kepada si calon pengguna jasa atau pembeli produk ini. Harap diperhatikan beberapa faktor, seperti kemampuan membeli, jenis kelamin (produk yang dijual untuk kalangan tertentu), umur (tidak semua umur bisa membeli atau menggunakan jasa yang ditawarkan), dan mungkin juga tingkat pendidikan. Dan masih banyak lagi faktor-faktor lain yang bisa dijadikan sasaran kebutuhan atau keinginan ini. Misal, produk minyak wangi, mungkin cocok untuk kalangan tertentu pada usia tertentu (anak-anak mungkin belum terlalu membutuhkan).

Action

Nah, pada tahap ini terjadilah transaksi atas jasa atau barang yang ditawarkan. Oleh karena itu, setiap penjual barang atau jasa, harus lebih mengerti atas tahapan-tahapan proses pemasaran ini. Proses action ini belum bisa terjadi, misalnya, karena memang tidak ada tumbuh perhatian atau attention dari calon pelanggan. Dan dalam prosesnya, perlu dilakukan berkali-kali proses untuk melakukan pengenalan produk agar tumbuh minat atau perhatian tadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *