Bisnis

Jenis-Jenis E-Commerce

(sumber: https://pixabay.com/en/k%C3%A1ve-office-work-iphone-638242/)

Perkembangan e-commerce, atau perdagangan elektronik, sangat pesat di Indonesia. Ada berbagai faktor, antara lain semakin banyaknya pengakses internet di Indonesia. Pengakses internet di Indonesia, dengan semakin menjamurnya penjualan smartphone, makin tahun makin meningkat. Oleh sebab itu, semakin banyak para pelaku bisnis memanfaatkan momentum ini untuk memasuki bisnis e-commerce. Tulisan ini akan membahas berbagai macam jenis bisnis e-commerce yang bisa dilakukan oleh pelaku bisnis.

B2B atau Business to Business

Dari namanya bisa dilihat bahwa pihak yang berbisnis di sini adalah dari perusahaan ke perusahaan. Biasanya ini dalam mata rantai supply dan demand antar perusahaan yang terlibat. Peruhasaan-perusahaan yang terlibat di sini, akan menggunakan mekanisme transaksi via internet karena satu dan lainnya saling membutuhkan. Misalnya, sebuah perusahaan yang memproduksi ban kendaraan, bisa jadi membutuhkan supply bahan pembuat ban, misalnya karet dari perusahaan yang memproduksi karet. Kejadian seperti inilah yang disebut dengan B2B. Perusahaan yang memproduksi karet, mungkin tidak hanya memiliki satu jenis klien, tetapi juga berbagai jenis perusahaan lain yang membutuhkan solusi darinya.

B2C atau Business to Consumer

Model seperti ini adalah penjualan barang-barang dari toko online yang memiliki website sendiri, dan memiliki stok barang yang dikelola sendiri. Jadi, ini seperti seseorang yang punya toko biasa yang menjual barang-barang, lalu dijual via internet. Contoh yang bisa dipergunakan di sini misalnya, bhinneka.com. Toko bhinneka.com adalah toko yang menjual barang-barang elektronik via internet. Para pembeli akan bertransaksi ke toko bhinneka.com secara langsung.

C2C atau Consumer to Consumer

Di sini, tersedia market place, atau pasar online, kemudian para penjual barang-barang online menempatkan barang dagangannya secara online. Ini seperti bukalapak.com. Jadi di sini, para penjual bisa membuka lapak via situs tersebut dan menjual barangnya di situ. Bukalapak.com sendiri bukanlah pihak yang menjual barang-barangnya, tetapi hanya menjadi tempat atau market place atau seperti pasar yang terdiri dari para pedagang. Customer akan bertransaksi dengan para pedagang yang berjualan di sana, bukan dengan owner bukalapak.com itu sendiri.

Iklan Baris

Hal ini juga termasuk e-commerce. Ini seperti iklan baris biasa yang sering muncul di koran-koran tradisional, tetapi berbeda medianya, yakni via sebuah situs di internet. Biasanya, seseorang akan mengiklankan barang atau jasanya melalui media iklan baris online, lalu kemudian biasanya transaksi pembayaran akan berlangsung secara COD.

Demikianlah informasi tentang berbagai macam ragam bentuk transaksi e-commerce yang saat ini mulai menjamur di Indonesia. Para pelaku bisnis bisa mencoba berbagai macam bentuk ini untuk berbisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *